Indonesia menjadi
tuan rumah pertemuan pertama Komisi
Hak Asasi Manusia Organisasi Kerja
Sama Negara-negara Islam (OKI), yang
dimulai hari ini, Senin, 20 Februari
2012, di Jakarta.
Pertemuan ini dihadiri 18 komisioner dari
57 negara anggota OKI, termasuk
Indonesia. Dalam pembukaan konvensi
tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri
Indonesia Wardana mengatakan
pembentukan komisi ini untuk menjawab
dinamika politik dan ekonomi di seluruh
dunia.
"Suara rakyat harus didengarkan dan
pemerintah harus berpartisipasi untuk
mewujudkan ini," kata Wardana.
Komisi HAM OKI terbentuk pada
Konferensi Tingkat Tinggi tingkat menteri
di Astanah, Kazakstan pada Juni 2011.
Pembentukan Komisi HAM OKI akan
mendukung berbagai program organisasi
ini di bidang bantuan kemanusiaan,
pembangunan, lingkungan, dan hak-hak
perempuan.
Wardana meminta agar negara-negara
Islam harus dapat berkontribusi aktif
dalam mewujudkan perdamaian dunia
dengan membentuk kemitraan positif.
"Komisi ini diharapkan dapat menjadi
otoritas yang kompeten dalam mengatasi
permasalahan HAM dan memberikan
panduan dalam menghadapi realitas
dunia," ujar Wardana.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OKI
Ekmeleddin Ihsanoglu menegaskan nilai-
nilai dasar Islam tidak bertentangan
dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia
yang berlaku universal. Namun, saat ini,
menurut Ihsanoglu, terdapat
kesalahpahaman yang memicu
Islamophobia di seluruh dunia. Ini
ditambah dengan munculnya ancaman
terorisme di tengah masyarakat. Hal ini
akhirnya menciptakan sentimen rasis
terhadap warga muslim."
"Sayangnya, masalah ini dipolitisir dan
dilebih-lebihkan. Akibatnya, ada kampanye
yang mengatakan Islam tidak sesuai
dengan norma-norma dan standar HAM
internasional," tutur Ihsanoglu.
Dia menepis hal tersebut. Sebelum hak
asasi manusia berkembang seperti
sekarang, Ihsanoglu menjelaskan, Islam
telah menetapkan 'Hukkullibaad' atau hak
masyarakat selama berabad-abad.
Konsep Ijithad atau musyawarah dalam
menentukan sebuah keputusan penting
pun, menurut dia, menyumbang hal
fundamental dalam prinsip bermasyarakat.
SITA PLANASARI AQUADINI
Senin, 20 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar